Kamis, 21 Juli 2016

SATU TAHUN BERSAMA MADYAPADMA


1467341939909.jpg
                 Semuanya berawal dari Masa Orientasi Siswa. Orang – orang berjaket merah hitam dengan kamera di tangan mereka menarik perhatianku. Berjalan kesana kemari memotret kegiatan MOS kami. Beberapa temanku berkata “ee hati – hati temenku yang ngantuk difoto sama kakak Madyapadmanya itu”. Aku melihat jaket mereka kembali dan memastikan lagi. Iya, ternyata mereka anggota ekstra yang bernamakan Madyapadma, terpampang jelas di punggung jaketnya.  Entah kenapa mereka terlihat sangat keren. Di suatu hari saat MOS hampir berakhir mereka masuk ke workshop (tempat paling aman saat MOS menurutku). Dengan wajah yang ramah dan ceria mereka menyapa dan menayangkan video editan dari kegiatan MOS kami dan membuat ruangan workshop penuh tawa sejenak. Tak henti sampai disana, mereka anggota Madyapadma juga ikut bersama kami melakukan pendakian ke Gunung Batur. Masih sama, mereka banyak mengambil foto kami bahkan sampai naik ke atas batu. “wih anak-anak MP mantap keren banget perlu diapresiasi” celetuk seseorang dibelakangku, entah itu siapa yang pasti salah satu panitia MOS. Aku pikir hanya aku sebagai siswa baru yang kagum melihat mereka, ternyata seseorang yang sudah satu tahun melihat mereka masih terkagum – kagum. Hmm jadi semakin tertarik untuk masuk ekstrakurikuler Madyapadma.
                Sehari setelah mendaki, aku bersama ayahku datang ke sekolah untuk mengikuti rapat bersama wali kelas. Wali kelasku berkata jika kita memilih ekstrakurikuler Madyapadma pasti akan sangat sibuk. Aku melihat ayahku dan berbisik “Pah, Cokti mau ikut ekstranya itu”. Ayahku mengangguk mempersilahkan. Saat orasi ekstra tiba, aku paling menunggu orasi dari Madyapadma. Dari sana aku tahu kalau Madyapadma punya banyak bidang tapi belum aku ketahui semuanya. Yang jelas aku tertarik untuk menjadi jurnalis, meski belum ada pengalaman tapi setidaknya aku mempunyai bayangan karena kakakku pernah mendapat ilmu jurnalistik dalam kuliah ilmu komunikasinya. I choose you! Tanpa ragu aku memilih Madyapadma Journalistic Park sebagai ekstrakurikulerku di TRISMA. “ekstra yang memiliki peminat lebih dari 30 orang akan diadakan seleksi” kalimat di bawah form pemilihan ekstra itu sukses membuatku cemas karena aku tahu yang memilih MP cukup banyak sementara aku tidak punya pengalaman apapun. Apa aku bisa bergabung dengan Madyapadma?
                Yes! Ternyata tidak dilakukan seleksi jadi sesuai harapanku, aku bisa bergabung dengan Madyapadma. Disana pertama kali aku bertemu dan mengenal Kak Ananta, so lucky to meet him! Setelah bergabung dengan MP, dilaksanakan serangkaian test iq, kepribadian dan test untuk memilih jabatan. Aku ingin bergabung di bidang redaksi, namun ternyata aku mendapat jabatan sebagai redaktur profil MP Online. Tak apa, sama saja aku mau mencoba yang mana saja. Ternyata aku satu – satunya kelas X yang masuk bidang online. Darisana aku mengenal kak Ima, yeay! Kak Ima sangat banyak membantuku saat itu karena aku benar – benar belum mengetahui mengenai berita khususnya profil. Hingga akhirnya Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dilaksanakan. Sangaaattt banyak pengetahuan mengenai ilmu jurnalistik yang aku dapat darisana. Hari terakhir pelatihan, kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Aku terpilih di kelompok satu bersama adnya, windari, panji, dan triadi si cogan trisma. Sempat kebingungan menentukan nama kelompok kami, mulai dari k3set, d3wata, 3sa, s3sat, gant3ng (cogan yang nyaranin semuanya)  akhirnya, entah siapa yang menyarankan kami memberi nama kelompok kami, SOCM3D.
                                                IMG_6762.JPG
                                                                                                Tim SOCM3D
                Setelah hampir 6 bulan bergabung bersama Madyapadma, aku diberi kabar bahwa akan diadakan Ekspedisi dan tempat yang dipilih untuk ekspedisi adalah Teluk Benoa. Aku memilih untuk ikut setelah mendapat izin dari orangtua. Setelah berbagai persiapan, kita mendirikan tenda di Perkemahan Bumi Serangan. Sayangnya, hujan turun dan kita terpaksa pindah ke balai. Semalaman kita bermain games dan mendengar cerita dari Kak Yudha. Keesokan harinya, ekspedisi dimulai! Kita dibagi menjadi dua kelompok untuk keliling ke beberapa tempat. Kelompokku pergi ke beberapa titik, diantaranya hutan bakau samping jalan Nusa Dua, Pulau Pudut, Tanjung Benoa dan satu pantai aku lupa namanya. Tim peneliti mengumpulkan air laut mencari fitoplankton, tim fotografi memotret, dan tim redaksi mewawancarai penduduk sekitar. Kejadian yang paling aku ingat adalah saat Kak Dwi terpleset dan saat ada seorang lelaki yang memancing di tempat yang sudah jelas – jelas ada tanda dilarang memancing. Malam harinya aku bersama vira dan krokot mendapat tugas jaga malam setelah api unggun bersama kakak alumni MP 32. Setelah jam jaga habis ternyata aku, vira dan krokot tidak dapat tempat untuk tidur di balai sementara tenda masih basah karena hujan kemarin. Kak Ananta mengajak kami tidur di samping api unggun dengan mantel dan plastik benang tebal memayungi kami (Kak Ananta yang membuatnya). Karena plastik yang bening kami jadi bisa tidur sambil melihat bintang. Aku, Vira, Kak Ananta dan Krokot ditambah Kak Pung yang tidur dengan nyenyak di tenda jaga tepat di depan api unggun. Sangat menyenangkan tidur di alam terbuka di bawah bintang bersama teman yang sudah seperti keluarga.



                                                1451181254058.jpg
                                                      Ini kami Tim Ekspedisi Teluk Benoa Madyapadma!
                Semester kedua bersama Madyapadma! Semester ini adalah pekerjaan yang paling berat. Tiba saatnya, persiapan Presslist 7!!! Aku dipilih sebagai ketua kesekretariatan dalam panitia Presslist 7, tapi keesokan harinya aku dipanggil saat koordinator bidang rapat bersama sc. Kak Raka dan Kak Yana menjelaskan ternyata aku diminta untuk menggantikan posisi bendahara karena bendahara yang telah terpilih sebelumnya mengundurkan diri. Sempat ragu, tapi aku memberanikan diri memutuskan untuk menjadi bendahara Presslist 7. Hari itu semua orang sudah mulai sibuk, sementara aku bahkan belum tahu apa yang harus aku lakukan. Tapi hari – hari selanjutnya aku sudah mulai terbiasa, dan sangat terbiasa mendengar “Cok t, mintak uang!”. Cukup bingung juga membuat pembukuan dan hal – hal lainnya tapi ada Kak Ucik yang selalu membantuu luv Kak Ucik. Darisana aku jadi semakin sering dan terbiasa pulang malam, terbiasa juga tidak mendapat hari libur karena hari minggu aku bersama teman-teman pergi ke renon dan lumintang untuk MP All Around sebagai salah satu cara kami menambah dana. Saat itu semakin sibuk karena bertepatan dengan LKIR LIPI yang aku ikuti bersama Agus sebagai rekan satu tim dan Lomba Kording Akademika bagi teman yang telah lolos seleksi. Lelah dan pusing memang, tapi karena dijalani terus tak terasa Presslist semakin dekat, banyak sekali yang perlu kita siapkan, sampai akhirnya tiba saatnya! Akhirnya kerja keras selama ini sudah terbayar. Banyak sekali kenangan yang aku ingat, seperti saat mengambil fotocopy proposal yang sangat banyak dan berat bersama Mala, (tidak mungkin aku membiarkan Mala yang membawa proposal sebanyak itu, ntar dia pingsan), lalu ‘ngecap’ proposal, bayar dp plakat YSA bareng Kak Yogas & Kak Fitra, nyari sponsor panas-panasan bareng May dan Oco, All Around yang kesiangan, nyetrika kain hitam, pasang baliho, gladi sampai jam 11 malam, kejutan ‘Just The Way You Are’, mindahin batako, dan masih banyak lainnya. Uyeahh semuanya sudah beres!
                                    1467333968047.jpg
                Seminggu setelah Presslist, aku bersama beberapa anggota MP ikut membantu acara OPSSH di sekolah selama dua hari (itu sampai malam juga). Setelah itu aku cukup jarang pergi ke ruang MP karena sudah dekat ulangan akhir semester. Setelah sekian lama, kita kembali pada kegiatan MP kita yaitu, PKSTD yang baru saja berakhir.  Meski sempat sakit, PKSTD ini tetap menyenangkan.
                Satu tahun bersama Madyapadma, menjadi satu tahun yang penuh makna. Suka dan duka telah aku alami selama satu tahun bersama Madyapadma. Satu tahun berlalu bukan berarti telah berakhir. Masih ada tahun – tahun berikutnya begitu juga kenangan serta pengalaman yang akan aku ciptakan bersama teman – teman Madyapadma. Bahkan setelah lulus dari SMA 3 Denpasar pun aku akan tetap menjadi bagian dari Madyapadma. Semua pengalaman dan kenangan selama satu tahun ini adalah pelajaran berharga yang akan selalu aku ingat di hati serta pikiranku dan semuanya hanya bisa aku dapat dari Madyapadma…

1..2..3..! MP TRISMA!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar